Minggu, 13 Mei 2012

Saatnya Hijrah

Aku adalah salah satu anak bangsa yang dibesarkan di bumi Bung Karno. Sama seperti anak bangsa yang lain di hati ini mempunyai keinginan memperoleh pendidikan yang tinggi. Kini aku sudah kelas 3 Sekolah Menengah Atas Negeri satu-satunya yang ada di kecamatan ku. Di penghujung masa putih abu-abu-ku ini, ingin sekali bisa mengenyam pendidikan yang llebih tunggi di bangku kuliah. Saat seperti ini adalah saat yang paling sulit untuk diri ini, karena selain harus fokus untuk mempersiapkan Ujian Ahir Nasional namun fikiran ini selalu bingun akan setelah ujian ini. Memang sudah jadi sifatku yang selalu berfikir jauh ke depan, baik itu hal yang kecil sampai yang sangat besar. Sehingga sering kali kepala ini panas karena terlalu banyak program yang di jalankan dalam prosesor otak-ku. Berbagai jalan sudah aku jalani untuk masa depan yang aku yakin pasti bisa lebih cerah dari pada yang ada saat ini. Segenap keluarga pun membantu dengan caranya masing-masing, hal itu yang membuat jantung ini berdetak dengan penuh semangat. Smangat, itu yang di ajarkan bapak ibu guru-ku selama ini. Karena hanya dengan semangat hidup ini manjadi indah dan mudah. Tentunya dengan diiringi resa syukur akan anugerah yang di berikan Sang Pencipta kepada kita. “ kesuksesan adalah hak saya, hak anda, hak kita semua yang mau menghargai hidup ini. Sukses is my right” kata-kata itu sesekali terpintas dalam hati ini. Hanya rasa syukurlah saat itu yang terucap “Alhamdulillahirobil alami, trima kasih kak pasti pertamuan kita sudah direncanakan dan kakak memang hadir untuk menyulutkan api semangat di dalam jiwa ini” sambil menundukan kepala raga ini merinding pertanda hal yang positif dari motifasi kata-kata mutiara dari guru di sekolah dan kakak di ekstra Pramuka yang aku ikuti di sekolan tercinta. Segala yang aku dapat sejak dari sekolah dasar lalu sekolah menegah pertama dan saat ini di penhujung masa putih abu-abu yang ku tau ini hanya terjadi sekali dalam hidup ini. Semasa sekolah saya melakukan dengan cara yang berbeda. Jika menurut teman-teman memperolah nilai baik dalam pelajaran adalah yang peling penting, karena mungkin dengan itu mereka akan membuat orang tua senang serta lulus dengan nilai yang bagus adalah hal yang hebat, kuliah di perguruan tinggi negeri pasti masadepan lebih baik dari pada yang swasta. Kuliah di luarnegeri pasti bisa sukses dan macam-macam lainya yang sebenarnya itu tidak memotifasi seseorang. Manusia terlahir dengan potensi yang unik oleh karena itu saya yang saat itu hanya anak remaja yang masih kemaren sore pun sempat merasakan depresi dalam jiwa ini. Haripun berganti dan tiba satnya ujian jantung ini berdetak kencang dan hati ini bertanya-tanya.” Akankah jika nilaiku bagus lalu akan merubah nasib keluargaku sekarang?” sambil menunggu di epan kelas ruangan ujian aku menenangkan diri agar tenang saat ujian. Berbagai cara dilakukan pada saat itu aku dan teman-teman bekerjasama untuk menyelesaikan musuh yang ada di atas meja engan hanya berdsenjatakan alat tulis dan teknik-teknik kerjasama mengelabuhi pengawas saat bekerjasama. Bagi kami lulus adalah harga mati saat itu dan kami melakukan segala cara untuk menyukseskan ujian ini dengan akir yang tidak menyedihkan. Ada salah satu teman dari kami yang tidakmau diajak bekerjasama, dia adalah teman sekelas di sekolah menengah pertama. Setiap kali dalam ujian dia selalu melaksanakan ujian engan percaya diri dan tidak mau memberikan jawabanya kepada teman sehingga teman yang lain merasa kesal akan sikapnya yang tertutup saat ujian. Di luar kelas teman-teman yang lain mencoba untuk mengajak kerjasama dandia tetap pada pendirian-nya sendiri. Sat itu aku pun juga merasa sedikit tidak suka dengan apa yang dilakukan. “ya udah kalo gitu gak usah di anggep aja” kesepakatan teman-teman semua yang satu ruangan dengan ku. Ujianpun berlalu dan kami menunggu pengumuman dengan penuh harapan dan kecemasan, bahkan sampai tidak bisa tidur beberapa hari menjelang pengumunan. Pada saat sebelum ujian sampai pengumuman inilah adalah saat dimana kita sangat rajin beribadah. Solah dluha, tahajud, puasa dan bahkan kabarnya ada yang ke orang tua utuk meminta doa. Sungguh masa yang sangat unik dan tidak bisa dilupakan sampai kapanpun dan dimanapun selalu teringat akan canda dantawa di kelas dan lorong-lorong sekolah. Semua itu adalah nikmat yang sangat besar yang mungkin tidak dirasakan teman-teman seusia kami di lain daerah. Semua itu kami lalui dengan bersama dan menyenangkan. Tiba saatnya pengumuman kelulusan karena diumumkan lewat website maka kami harus mengakses internet. Pada saat nama-nama di umumkan ada satu nama dari ruangan kita yang tidak ada. “ Apa....... tidak mungkin” ternyata temanku yang tidak mau bekerja sama itu belum berhasil. Serentak kami sedih dan semua perasaan kesal terhadap dia pun berubah menjadi tangis dan khawatir akan keadaanya. Keesokan hari saat masuk sekolah kami semua menghawatirkan keadaan dia kami pun saat dia di bawa di ruang bimbingan konseling. Mata ini melihat tetes air mata itu, air mata yang sangat beret rasanya. Kami semua mendoakan yang terbaik untuknya dan untungnya saat itu ujian nasional tidak hanya sekali jadi masih aa harapan untuk teman kami. Hati ini sakit ketika melihat ada teman yang bersedih dan raga ini tidak bisa berbuat apa-apa. Namun di balik itu semua ada sesuatu yang bahkan q tidak sadari sebelumnya. Seakan semua yang terjadi beberapa jam yang lalu sudah berganti dengan senyuman. “Subhanallah.....” sambil mengelus-elus dada ini. Semua orang sempat heran dengan perilakunya yang seakan tanpa beban “luarbiasa....... dasyat”. Tanpa disadari temanku yang tidak lulus telah mengajari suatu ilmu yang sangat simpel namun sangat luarbiasa bagi kehidupan ini. Percaya dengan diri sendiri serta iklhas adalah ilmu yang sangat jarang kami terima secara langsung di kelas. Mungkin karena kita tidak mengenal diri kita sehingga menimbulkan ketidak percayaan dengan segenap kelebihan yang kita miliki sejak lahir di berikan secara gratis kepada kita. Sudah seharusnya saya mengenali diri serta potensi yang kita milikki untuk sukses. Trimakasih terucap dari hati yang terdalam untuk sahabatku karena telah mengajari kita semua tentang kembali kepada hal yang sederhana tapi selama ini sudah terlupakan karena terlalu banyak pendidikan yang kita dapat tapi sedikitpun materi-materi yang kita dapat merupakan materi yang membahas tentang ihklas dan kembali ke fitrah kita sebagai manusia yang sempurna. Saatnya kita hijrah dari kebiasaan yang lama dan beralih kepada kebiasaan yang luarbiasa yaitu ikhlas Kini aku lebih semangat menjalani setiap hal karena dengan ikhlas dan menyerahkan ddiri kepada yang maha kuasa akan terasa lebih mudah dan cepat menuju sukses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ask yur mind